PENINGKATAN KAPASITAS BAMUSKAL DAN LKK KALURAHAN PARANGTRITIS

 


Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) Kalurahan Parangtritis beserta Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas ke Komplek UD. Berkah Tani Desa Petanahan Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah. Tujuan dari peningkatan kapasitas ini adalah untuk belajar tentang budidaya Kelapa Genjah Entok dan Alpukat. Hal ini dikarenakan secara geografis lokasi dan tanah di Kalurahan Parangtritis mirip/mendekati Desa Petanahan. Harapannya dapat mengadopsi budidaya kelapa dan alpukat dimaksud untuk dibudidayakan di Kalurahan Parangtritis. Oleh sebab itu juga LKK yang ikut serta dalam kegiatan hanya Koperasi Desa Merah Putih, Petani Milenial dan Gapoktan.

Kegiatan peningkatan kapasitas Bamuskal dan LKK di laksanakan Hari Sabtu Tanggal 15 November 2025. Rombongan berangkat pukul 07.00 WIB dari halaman Kantor Kalurahan Parangtritis. Tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB dengan disambut oleh pengelola UD. Berkah Tani sekaligus narasumber yaitu Bapak Maisuri Karim.  Beliau sudah menangani Kepala Genjah tersebut sejak Tahun 1980 sejak berdinas di Dinas Perkebunan Kabupaten Kebumen.

Dalam materinya Beliau menyampaikan beberapa hal sbb:

1. Sejarah

    :  Kelapa Genjah berasal dari Amerika Latin dibawa oleh Belanda ke Kabumen pada jaman penjajahan. Tujuannya untuk Pabrik Pembuatan Minyak Kelapa Nabati Yasa. Kelapa-kelapa tersebut di tanam di halaman rumah para Belanda. Seiring berjalannya waktu, kelapa genjah menjadi Kelapa Genjah Entok sebagai tanaman asli Kebumen. Mulai diperkenalkan ke luar Kebumen secara nasional pada Tahun 2018.

2. Keunggulan

    :  Kelapa Genjah Entok memiliki beberapa keuanggulan dibandingkan dengan kelapa jenis lainnya, yaitu memiliki pohon kecil/pendek, cepat berbuah (3 tahun panen), ukuran buahnya besar (potensi ekspor). 

3. Pemilihan Bibit

    : Untuk bisa meningkatkan produktifitas tanaman kelapa dimaksud, maka pemilihan bibit harus diperhatikan. Harus berasal dari Pohon Induk Terpilih (PIT). Memiliki ciri-ciri batang yang besar dan kokoh serta daunnya hijau segar. Jumlah daun minimal sudah 4 lembar. Ketinggian minimal 40 Cm. Ukuran butir kelapa bibit adalah sedang. Serta berlabel/bersertifikat.

4. Sistem Tanam

    : Sistem tanamnya perlu memperhatikan persiapan lahan. Tanaman Kelapa memerlukan lahan yang cukup sinar matahari untuk tumbuh kembangnya dengan baik. Apabila tanaman kelapa akan ditanam dalam jumlah banyak, sebaiknya dilakukan pengajiran yaitu proses penandaan titik lokasi tanam untuk menanam tanaman secara teratur dengan jarak yang sesuai agar tanaman tumbuh optimal dan efisien memanfaatkan lahan. Pembuatan lubang tanam juga harus diperhatikan. Ukuran lubang adalah 60 Cm x 60 Cm x 60 Cm. Pada saat penggalian, tanah permukaan nantinya sebagai tanah urug bagian bawah, dan tanah bawah sebagai tanah urug bagian atas. Hal ini berkaitan dengan keasaman tanah yang akan berpengaruh pada tanaman kelapa. Tekhnis penanamannya hanya 2/3 dari butir bibit kelapa yang di urug tanah. Ada sebagian dari butir bibit yang dibiarkan terbuka untuk memastikan pertumbuhan akar yang optimal dan mencegah pembusukan. Setelah tanaman berusia satu tahun baru ditutup dengan tanah penuh.  

5. Perawatan

    : Perawatan tanaman kelapa yang harus dilakukan minimal adalah penyiangan yaitu pencabutan gulma di sekitar tanaman kelapa dan penggemburan tanah, pemupukan yang dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun (awal musim hujan dan awal musim kemarau), serta pengamatan hama untuk memantau keberadaan, mengukur populasinya, dan menilai kerusakan yang ditimbulkan agar dapat mengambil keputusan tindakan pengendalian yang tepat dan efisien sejak dini.

6. Hama

    : Beberapa hama tanaman kelapa adalah Kumbang Badak, Kumbang Sagu, Kumbang Janur, Ulat Bulu Api, Belalang hingga Tikus. Kumbang Sagu adalah hama yang mengakibatkan kematian tanaman kelapa karena ukurannya yang kecil sehingga menyerang tanaman kelapa dari dalam tanaman. Pengendalian hama dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari metode terpadu (PHT) hingga penggunaan insektisida yang penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati.

7. Diversifikasi Alpukat 

    Diversifikasi tanaman adalah praktik menanam lebih dari satu jenis tanaman di satu lahan untuk mengurangi resiko kegagalan panen, meningkatkan pendapatan dan mengelola ketahanan pangan. Tanaman Kelapa Genjah Entok dapat dilakukan diversifikasi dengan tanaman Alpukat. Dengan jarak tanam antar tanaman kelapa adalah 7 meter, maka tanaman alpukat dapat ditanam pada bagian tengahnya.

Selain mendapatkan materi dari narasumber, peserta peningkatan kapasitas juga melakukan kunjungan ke lokasi pembibitan dan penanaman Kelapa Genjah Entok untuk dapat melihat langsung cara pembibitan dan penanaman kelapa. Peserta juga membeli bibit Kelapa Genjah Entok untuk ditanam di pekarangan rumah masing-masing, sekaligus praktik langsung atas ilmu yang telah diperoleh. 

Etik D.L./PD Kretek 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARI DESA NASIONAL 2026: HARAPAN, KENYATAAN DAN TANTANGAN

RAPAT KOORDINASI KEGIATAN USAHA BUMKAL TIRTOHARGO

PENCERMATAN RENCANA AKSI REFORMASI KALURAHAN