AMANAH DARI DIY UNTUK KALURAHAN TIRTOHARGO


Selasa 5 Mei 2026 bertempat di Aula Kalurahan Tirtohargo dilaksanakan kegiatan rapat koordinasi pasca lomba TP Posyandu 6 SPM DIY Tahun 2026. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Dinas PMK2PS DIY, Dinas Kesehatan DIY, Dinas PMK Bantul, Panewu dan Praja Kapanewon Kretek, Puskesmas Kretek, PLKB Kretek, Babinsa Tirtohargo, Babinkamtibmas Tirtohargo, Potmar Tirtohargo, TP Posyandu Tirtohargo, Lurah dan Pamong Tirtohargo, TAPM Bantul, PD Kretek dan PLD Tirtohargo.

Dalam rapat koordinasi tersebut, disampaikan oleh Ibu Afif Umahatun, S.H., selaku Kadis PMK Bantul, bahwa Kalurahan Tirtohargo diberikan amanah oleh DIY untuk mewakili DIY dalam 2 kategori lomba di tingkat nasional yaitu Lomba Medsos TP Posyandu dan Lomba Desa Berkinerja Baik Dalam Konvergensi Penurunan Stunting. Lomba tersebut diampu oleh 2 Kementrian RI yaitu Kementrian Dalam Negeri dan Kementrian Desa PDT. Amanah tersebut diberikan bukan tanpa alasan, yaitu Kalurahan Tirtohargo dalam Lomba TP Posyandu 6 SPM sebelumnya telah memperoleh Juara 2 tingkat DIY dan diketahui bahwa telah mencapai konvergensi penurunan stunting sebesar 80%. Sebuah capaian konvergensi penurunan stunting yang cukup membanggakan. Bahwa 20% balita stunting yang belum lulus merupakan balita dengan penyakit penyerta, sehingga perlu penanganan medis lebih lanjut yang tidak dapat ditangani oleh level Posyandu di Kalurahan. 

Lomba Medsos TP Posyandu dimulai di Bulan Mei 2026 dan akan berakhir di akhir Bulan Mei 2026 tepatnya Tanggal 29 Mei 2026. Materi lomba yang harus di upload di media sosial seperti Facebook (FB), Instagram (IG), Twitter (TW) dan Tik Tok (TT), adalah kegiatan yang berkaitan dengan TP Posyandu 6 SPM dengan tema "Transformasi Posyandu 6 SPM Mendekatkan Layanan Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat". Dari 6 layanan dalam Posyandu 6 SPM, minimal sudah melaksanakan 2 layanan SPM. Tekhnis terkait pelaksanaan lomba medsos akan dilakukan pendampingan lebih lanjut. Salah satu tujuan dari lomba medsos ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat luas melalui media sosial dalam kaitannya dengan penurunan stunting. Masyarakat diharapkan akan mempelajari, mengamati, meniru dan memodifikasi untuk lebih baik cara-cara untuk menurunkan stunting dari media sosial. 

Sedangkan untuk lomba desa berkinerja baik dalam konvergensi penurunan stunting hingga kegiatan rapat koordinasi tersebut dilaksanakan belum ada juknisnya. Apabila tidak terjadi penundaan, maka sosialisasi lomba tersebut akan dilaksanakan pada akhir Bulan Mei 2026. Kalurahan Tirtohargo secara administrasi konvergensi penurunan stuntingnya paling lengkap. Ada beberapa inovasi asli dari Kalurahan Tirtohargo dalam penurunan stunting yang layak untuk dimaksimalkan dan berkelanjutan. Terdapat 6 hal yang akan dinilai dalam lomba ini yaitu:

  1. Pelaksanaan rembug stunting (dengan semua dokumen pendukungnya)
  2. Pelaksanaan konvergensi penurunan stunting (dengan semua kolaborasi lintas sektor dan konsistensinya)
  3. Kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM dengan semua data dan kepatuhan untuk mendukung pembangunan manusia)
  4. Komitmen desa dalam mendukung konvergensi penurunan stunting (mulai dari pendanaan, kebijakan, pembinaan, dst)
  5. Pembinaan pelaku dari tim penanggulangan stunting
  6. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi (mulai dari desa hingga supra desa)
Ibu Murti Maharini dari Dinas PMK2PS DIY menyampaikan bahwa lomba desa berkinerja baik dalam konvergensi penurunan stunting ini juga merupakan ajang pembuktian dari komitmen seluruh OPD baik ditingkat profinsi maupun kabupaten dalam konvergensi penurunan stunting. Dinas Kesehatan sebagai penggerak utama intervensi gizi spesifik, koordinator tekhnis lintas sektor, dan penyedia data prevalensi stunting. Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan berkualitas menjangkau kelompok prioritas (ibu hamil, balita) untuk mencegah stunting secara terpadu. Dinas Pendidikan sebagai penyedia intervensi gizi sensitif melalui edukasi dan pengasuhan, terutama untuk anak usia dini (PAUD) dan siswa sekolah. Fokus utamanya mencakup peningkatan kompetensi guru terkait stunting, sosialisasi gizi bagi orang tua, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dinas PUPR melaksanakan intervensi sensitif, khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas hidup rumah tangga. Fokus utamanya mencakup pembangunan dan perbaikan akses air bersih/minum serta sanitasi layak (jamban) bagi keluarga berisiko stunting. Dinas Pertanian sebagai penyedia pangan bergizi dan mendukung ketahanan pangan tingkat rumah tangga, khususnya melalui intervensi sensitif. Dinas Pertanian bertindak untuk memastikan keluarga rentan stunting memiliki akses terhadap bahan pangan yang berkualitas, beragam, dan bergizi. Serta Dinas PMKal memfasilitasi perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program stunting di tingkat desa/kelurahan. Dinas PMK bertanggung jawab memastikan Dana Desa digunakan untuk intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta mengelola Kader Pembangunan Manusia.

Kalurahan Tirtohargo melalui Sdr. Juni Yanto Handoko selaku Carik menyampaikan bahwa Kalurahan Tirtohargo siap mengemban amanah lomba. Desa siap untuk belajar dan mereplikasi praktik-praktik baik dalam konvergensi penurunan stunting. Siap untuk menerima masukan dan arahan demi memperoleh hasil terbaik. Desa mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk lancarnya kegiatan lomba. Dan dari semua hal, harapan desa tidak hanya bisa menang dalam lomba berkinerja baik, tetapi memang nyata desa melakukan kinerja baik dalam konvergensi penurunan stunting.

Etik D. L./PD Kretek 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARI DESA NASIONAL 2026: HARAPAN, KENYATAAN DAN TANTANGAN

PENCERMATAN RENCANA AKSI REFORMASI KALURAHAN

RAPAT KOORDINASI KEGIATAN USAHA BUMKAL TIRTOHARGO