KUNJUNGAN DONOR DAN DISKUSI PEMANGKU KEPENTINGAN CFN UNDP INDONESIA KE KALURAHAN PARANGTRITIS
Kunjungan Donor dan Diskusi Pemangku Kepentingan Climate Finance Network (CFN) United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, melakukan kunjungan ke Kalurahan Parangtritis pada Selasa 28 April 2026. Kunjungan tersebut mengagendakan 2 kegiatan yaitu diskusi pengarusutamaan iklim dalam perencanaan dan penganggaran desa, serta pengembangan model pengelolaan sampah sirkuler. Peserta dalam kegiatan kunjungan tersebut yaitu:
- Kementrian Keuangan
- Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal
- Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Jawa, Kementrian Kehutanan
- United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO)
- United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia
- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta
- Pemerintah dan Organisasi Kalurahan Parangtritis
Latar belakang kegiatan:
- Proyek Climate Finance Network (CFN), yang didanai oleh program 'Climate Action for a Resilient Asia (CARA)' dari United Kingdom Foreign, Commonwealth, and Development Office (UK FCDO), mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperkuat tata kelola, perencanaan, dan implementasi pembiayaan iklim di tingkat nasional dan subnasional. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas Indonesia dalam mobilisasi, mengalokasikan dan mengimplementasikan strategi pembiayaan iklim secara efektif untuk mendukung pencapaian komitmen iklim nasional.
- Salah satu fokus utama dukungan CFN adalah penguatan sistem manajemen keuangan publik untuk mengintegrasikan pendekatan iklim secara efektif. Di tingkat nasional, CFN telah menjalin kerjasama dengan Kementrian Keuangan dalam pengembangan dan implementasi Climate Budget Tagging (CBT) atau sistem penandaan anggaran perubahan iklim, yang memungkinkan Pemerintah Indonesia untuk mengidentifikasi, melacak dan melaporkan pengeluaran terkait iklim di seluruh jajaran Kementrian/Lembaga. Lebih lanjut, CFN juga telah memperluas dukungan pembiayaan iklim kepada Pemerintah Daerah (Pemda) melalui pengembangan dan uji coba Regional Climate Budget Tagging (RCBT) atau penandaan anggaran perubahan iklim daerah di 22 profinsi, kabupaten dan kota yang menjadi lokasi percontohan.Dukungan ini menjadi langkah awal yang membantu menguatkan langah integrasi pendekatan iklim dalam proses perencanaan dan penganggaran pembangunan daerah.
- Seiring dengan meningkatnya komitmen iklim Indonesia, Pemda memainkan peran yang semakin penting dalam menterjemahkan target iklim kedalam aksi-aksi ditingkat daerah. Transisi dari penandaan anggaran ke pengembangan pipeline investasi menjadi penting untuk memastikan Pemda dapat merencanakan, memobilisasi dan mengimplementasikan pembiayaan iklim dengan efektif.
- Dalam tahun ke 5 implementasi pembiayaan iklim, proyek CFN mengadakan kunjungan donor dan diskusi dengan pemangku kepentingan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (Yogyakarta). Yogyakarta menjadi salah satu lokasi percontohan kuat untuk dukungan pembiayaan iklim CFN. Yogyakarta secara konsisten menunjukkan komitmen yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan, rendah karbon, berketahanan iklim dan inklusif, yang turut didukung oleh kerangka kebijakan yang kuat. Hingga saat ini, CFN telah mendukung beberapa inisiatif di Yogyakarta, termasuk kajian penganggaran iklim responsif gender untuk mengidentifikasi praktik-praktik baik di Yogyakarta yang menghubungkan aksi-aksi iklim
dan inklusi sosial, yang salah satunya adalah pengelolaan sampah
sirkuler botol plastik oleh Desa Prima Mutiara Selatan Kalurahan
Parangtritis.
Tujuan kunjungan ke Kalurahan Parangtritis adalah sbb:
- Memaparkan rencana implementasi kegiatan CFN bersama Kementrian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal seputar pengarusutamakan iklim dalam proses perencanaan dan penganggaran desa, serta diskusi terkait pemilihan Kalurahan Parangtritis sebagai lokasi percontohan.
- Memaparkan rencana implementasi kegiatan CFN bersama Kementrian Keuangan dalam mengembangkan model (blueprint) pengelolaan sampah sirkular, dengan menjadikan inisiatif Kalurahan Parangtritis sebagai rujukan.
- Melakukan diskusi terkait sistem pengelolaan sampah sirkular yang telah berjalan di Kalurahan Parangtritis.
- Meskipun sistem manajemen keuangan kalurahan belum mengintegrasikan pendekatan iklim secara efektif serta belum mengimplementasikan Climate Budget Tagging (CBT) atau sistem penandaan anggaran perubahan iklim, namun dalam anggaran pendapatan dan belanja kalurahan sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan pro iklim.
- Contoh-contoh kegiatan pro iklim di Kalurahan Parangtritis adalah penyusunan perkal inisiatif pola tanam serentak untuk memotong siklus hidup hama bawang merah, pembangunan tiang dan jaringan listrik untuk pertanian sebagai usaha memudahkan petani mengairi sawah yang kesulitan air dengan pompa listrik, pemanfaatan electrifying untuk pengairan embun dan lampu perangkap hama kupu-kupu, pembentukan kelompok petani milenial, pelaksanaan rutin PSN untuk pemberantasan sarang nyamuk sehingga meminimalkan kasus DBD, konservasi penyu di Pantai Pelangi, konservasi gumuk pasir Barchan, dst.
- Kelompok pengelola sampah botol plastik Desa Prima Mutiara selatan menunjukkan komitmen masyarakat kalurahan yang kuat terhadap pembangunan berkelanjutan, rendah karbon, berketahanan iklim dan inklusif. Rencana kedepan juga akan mengelola sampah organik untuk pembuatan Pupuk Organik Cair (POC), eco enzim dan pertanian organik. Setiap Karang Taruna di Pedukuhan juga melakukan pengelolaan sampah melalui bank sampah di wilayah masing-masing.
- Kalurahan Parangtritis adalah tepat sebagai lokasi percontohan kalurahan pro iklim dan rujukan bagi pengelolaan sampah sirkular.
Etik D.L./PD Kretek

Komentar
Posting Komentar