PERKUAT TATA KELOLA PEMERINTAHAN, KALURAHAN DONOTIRTO GELAR PEMBEKALAN PENGAWASAN BAMUSKAL DAN LAPORAN APBKAL

 

 

  

Pemerintah Kalurahan Donotirto menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas tentang Pengawasan Partisipatif oleh Badan Permusyawaratan Kalurahan (Bamuskal) sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal). Acara ini berlangsung di Aula Kalurahan Donotirto pada Jumat (7/8/2026).
Agenda ini dirancang khusus untuk memperkuat kompetensi pamong kalurahan, khususnya para Dukuh, serta anggota Bamuskal dalam menyelenggarakan Pemerintahan Kalurahan. Melalui pembekalan ini, Pamong termasuk Dukuh diharapkan semakin mahir dalam menyusun laporan APBKal. Sementara itu, Bamuskal difokuskan untuk mengoptimalkan ketugasan mereka di bidang pengawasan jalannya pemerintahan.
Hadir sebagai peserta aktif dalam kegiatan ini adalah seluruh jajaran Pamong sampai dengan Dukuh dan anggota Bamuskal Kalurahan Donotirto.
Acara ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya:
  • Materi Pengawasan Partisipatif: Disampaikan oleh Bapak Dwi Endrianto selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantul. Beliau memaparkan materi dari aspek dasar hukum hingga teknis pelaksanaan pengawasan partisipatif. Dalam arahannya, Beliau menekankan bahwa kunci utama pengawasan partisipatif terletak pada kolaborasi kuat Bamuskal dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
  • Materi Penyusunan Laporan APBKal: Disampaikan langsung oleh praktisi/pendamping teknis terkait, yang mengupas tuntas regulasi dasar hukum hingga teknis penyusunan dokumen laporan APBKal. Penjelasan juga mencakup ketepatan waktu pelaksanaan pelaporan serta pengisian format-format standar yang wajib digunakan dalam penyusunan laporan keuangan tersebut.
Dinamika Diskusi: Menyiasati Efisiensi Anggaran
Sesi diskusi berlangsung interaktif saat salah satu anggota Bamuskal melontarkan pertanyaan krusial mengenai tantangan riil di lapangan. Ia mempertanyakan bagaimana cara menyiasati kondisi efisiensi anggaran yang sedang terjadi, sementara di sisi lain, ketugasan pengawasan oleh Bamuskal harus tetap berjalan optimal sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, esensi dari materi pengawasan partisipatif kembali ditekankan sebagai solusi strategis. Dengan keterbatasan dana, Bamuskal justru harus memperkuat kolaborasi dan melibatkan unsur masyarakat secara aktif. Pengawasan berbasis partisipasi warga ini menjadi kunci agar fungsi kontrol tetap berjalan ketat dan sesuai aturan, tanpa harus membebani anggaran kalurahan.
Melalui sinergi materi pengawasan dan pelaporan keuangan ini, Kalurahan Donotirto berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis gotong royong meski di tengah keterbatasan fiskal.
Etik D.L./PD Kretek 
 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HARI DESA NASIONAL 2026: HARAPAN, KENYATAAN DAN TANTANGAN

PENCERMATAN RENCANA AKSI REFORMASI KALURAHAN

RAPAT KOORDINASI KEGIATAN USAHA BUMKAL TIRTOHARGO