TOURING EKSPOSE PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DI KAPANEWON KRETEK

 

 

 


 

Pemerintah Kapanewon Kretek menggelar kegiatan "Touring Ekspose Program Pemerintah Pusat dan Daerah" pada Jumat, 9 Oktober 2026. Agenda ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai program strategis pemerintah yang berhasil diimplementasikan di tingkat kalurahan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan Kapanewon Kretek.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini difungsikan sebagai wadah pendokumentasian massal. Seluruh peserta didorong untuk aktif melakukan ekspose potensi wilayah melalui berbagai media sosial, mulai dari pembaruan status WhatsApp hingga penulisan artikel resmi lembaga dan kedinasan Kapanewon Kretek.
Rombongan yang terdiri dari ASN dan Non-ASN se-Kapanewon Kretek ini bergerak melakukan pendampingan dan kunjungan ke empat wilayah, yaitu Kalurahan Donotirto, Tirtomulyo, Tirtosari, dan Tirtohargo.
Dimulai dengan Apel dan Arahan Ketertiban Jalan
Kegiatan diawali dengan apel dan persiapan touring yang berpusat di halaman kantor Kapanewon Kretek. Dalam kesempatan tersebut, Panewu Kretek dan Kapolsek Kretek memberikan arahan teknis kepada para peserta.
Kapolsek menekankan agar seluruh peserta touring wajib menjaga ketertiban dan keselamatan selama berada di jalan raya. Sementara itu, Panewu menginstruksikan para peserta untuk aktif menggali informasi sedalam-dalamnya di setiap lokasi kunjungan sebagai bahan publikasi media.
Rincian Kunjungan ke 4 Kalurahan di Kapanewon Kretek
Berikut adalah catatan jurnalistik dari setiap titik program yang dikunjungi oleh rombongan touring:
1. Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Donotirto
SPPG Donotirto menjadi titik pertama yang menunjukkan komitmen tinggi dalam peningkatan layanan gizi bagi satuan pendidikan dan posyandu. Lembaga yang diorganisir oleh Bapak Ambar dan diketuai oleh Mas Kusni ini telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari kedatangan bahan baku hingga proses pencucian alat makan.
  • Digitalisasi Pengawasan: SPPG Donotirto telah mengintegrasikan unit operasional gizi dengan Real-Time Operation Platform (RTOP). Platform digital ini membuat seluruh proses pemeriksaan dan pengawasan berjalan transparan serta selalu siap memenuhi standar ketika diaudit.
  • Legalitas & Fasilitas: SPPG ini terus memperbarui fasilitas non-operasionalnya dan telah mengantongi Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) serta sertifikasi halal.
  • Dukungan Wilayah: Panewu Kretek, Bapak Cahya Widada, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam serta mendoakan agar SPPG Donotirto semakin sukses dan terus meningkatkan performa layanannya.

2. Usaha Ketapang BUMKal Mulyo Rahayu (Kalurahan Tirtomulyo)
Rombongan selanjutnya bergeser ke lokasi budidaya gurame, pembibitan lele, dan budidaya jamur tiram milik BUMKal Mulyo Rahayu. Kehadiran tim disambut langsung oleh Lurah Tirtomulyo Bapak Ridwan Anas, Direktur BUMKal Bapak Lilik Sudaryana, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Jamur Tiram.
  • Sektor Perikanan: Untuk kolam gurame dilaporkan baru saja mengakhiri masa panen sehingga posisinya sedang kosong. Sementara untuk komoditas lele, BUMKal membeli telur dari petani setempat untuk dibenih selama 35 hari sebelum dijual. Usaha pembibitan yang mempekerjakan 5 warga lokal ini mampu menghasilkan hingga 200 ribu bibit lele dalam satu periode.
  • Sektor KWT Jamur Tiram: Memanfaatkan lahan sewa dari warga seluas 8x20 m², kumbung jamur tiram ini mulai berproduksi sejak Agustus 2026. Hanya dalam waktu dua minggu, kumbung ini mampu memanen 2 kuintal jamur segar. KWT bergerak sebagai mitra perawatan sekaligus pengolah produk turunan seperti pepes jamur, bothok jamur, jamur krispi, hingga jamur segar yang seluruhnya dijual serba Rp5.000.
3. Kawasan Desa Mandiri Pangan (KDMP) Tirtosari
Di Kalurahan Tirtosari, rombongan meninjau kesiapan infrastruktur milik KDMP Tirtosari. Meskipun lini usaha komersialnya belum resmi dimulai, proyeksi operasional dinilai sudah sangat matang karena seluruh fasilitas penunjang telah tersedia lengkap di lokasi, meliputi gedung operasional, 1 unit truk, 1 unit mobil pick-up, serta 2 unit motor roda tiga.
4. Wisata Kano Maritim Tirtohargo
Kunjungan ekspose berakhir di kawasan pesisir Kalurahan Tirtohargo. Destinasi Wisata Kano Maritim ini dibangun menggunakan pendanaan dari Dana Keistimewaan (Dais) DIY dan dikelola secara mandiri oleh BUMKal Harum Mitra Jaya Tirtohargo.
  • Daya Tarik: Wisata ini menawarkan paket susur muara Sungai Opak, melintasi keindahan hutan mangrove, pemandangan muara, serta panorama matahari terbenam (sunset) yang dipastikan aman bagi pendayung pemula.
  • Tarif Paket: Pengelola mematok tarif yang sangat terjangkau, yaitu Rp25.000 untuk rute jarak pendek dan Rp50.000 untuk rute jarak jauh. Karena tingginya minat wisatawan, pengunjung diwajibkan melakukan pemesanan tempat terlebih dahulu melalui akun Instagram resmi mereka di @kano.mangrove.
Dengan selesainya kunjungan di Tirtohargo, seluruh rangkaian agenda pendampingan dan touring ekspose program pemerintah di Kapanewon Kretek resmi dinyatakan selesai dengan hasil dokumentasi wilayah yang melimpah.

 

Etik D.L./PD Kretek

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TINGKATKAN KAPASITAS PAMONG, KALURAHAN TIRTOSARI GELAR PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN SISKEUDES

BAPAK H. KUSWIDODO, SE, RESMI MENANGKAN PILURAH PARANGTRITIS 2026