ANTISIPASI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM, UNDP DAN KEMENDESA PDT GELAR LOKAKARYA DESA RAMAH IKLIM DI PARANGTRITIS

 

 


Perubahan iklim global yang kian ekstrem kini mulai berdampak nyata pada kondisi sosial, ekonomi, hingga pola produksi dan penghidupan masyarakat di tingkat desa. Merespons tantangan tersebut, United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDT) menggelar Lokakarya Perencanaan dan Penganggaran Desa Ramah Iklim.
Kegiatan strategis ini berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 9–10 September 2026, bertempat di Gedung Pertemuan Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.
Lokakarya ini merupakan bagian dari implementasi program global bertajuk “Leveraging Village Funds for Climate Action in Indonesia” (LEAF4CA). Program ini diinisiasi karena desa dinilai memiliki kewenangan otonom dan posisi yang sangat strategis untuk menentukan prioritas pembangunan melalui pemanfaatan Dana Desa. Melalui pengarusutamaan isu iklim, prioritas pembangunan desa diharapkan dapat lebih tangguh dalam mempertimbangkan risiko, ketenteraman, serta peluang adaptasi di masa depan.
Hari Pertama: Penguatan Literasi dan Pemetaan Masalah
Agenda hari pertama dibuka secara resmi dengan sambutan dari Lurah Parangtritis, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul, dan perwakilan UNDP.
Pertemuan ini dihadiri oleh lintas sektoral yang melibatkan unsur undangan penting, antara lain:
  • Perwakilan Bappeda, DPMKal, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan BPBD Kabupaten Bantul.
  • Panewu Kretek dan Lurah Parangtritis beserta jajaran Perangkat Kalurahan.
  • Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD).
  • Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), tokoh masyarakat, serta berbagai kelompok masyarakat lokal.
Usai pembukaan, peserta menerima sesi pengantar singkat mengenai keterkaitan erat antara perubahan iklim dengan pembangunan desa, termasuk risiko, dampak konkret, hingga contoh respon adaptasi dan mitigasi yang relevan di tingkat dasar.
Memasuki sesi inti, para peserta dibagi ke dalam empat kelompok kerja untuk mendiskusikan empat pokok bahasan krusial, yaitu: literasi iklim, perencanaan desa, penganggaran desa, serta pemantauan dan evaluasi. Diskusi ini diarahkan secara partisipatif untuk melihat relevansi materi dengan kondisi riil dan praktik yang selama ini berjalan di Kalurahan Parangtritis.
Hari Kedua: Pleno Hasil Diskusi dan Penyusunan Rekomendasi
Melanjutkan agenda pada hari kedua, Kamis (10/9), seluruh unsur peserta kembali berkumpul di lokasi yang sama. Agenda utama hari kedua difokuskan pada sesi sidang pleno untuk memaparkan hasil perumusan dari masing-masing kelompok kerja.
Secara teknis, setiap kelompok secara bergantian membagikan hasil diskusi mereka mengenai empat pilar utama desa ramah iklim. Sesi ini berjalan dinamis karena setiap paparan langsung mendapatkan tanggapan, koreksi, dan masukan dari kelompok lain guna memperkaya substansi pembahasan.
Penyelenggaraan lokakarya selama dua hari ini berhasil mencapai tiga tujuan utama:
  1. Membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya integrasi pertimbangan perubahan iklim ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran desa.
  2. Menggali pengalaman, peluang, tantangan, serta praktik baik dari para pihak di lapangan dalam menghadapi dinamika iklim.
  3. Merumuskan rekomendasi konkret untuk menyempurnakan draf panduan pengarusutamaan pertimbangan iklim dalam perencanaan dan penganggaran desa yang sedang dikembangkan, di mana draf tersebut diuji secara langsung oleh para peserta.
Melalui program LEAF4CA ini, Kalurahan Parangtritis diharapkan dapat menjadi salah satu pelopor desa ramah iklim yang mampu mengoptimalkan anggaran-anggarannya demi melindungi mata pencaharian warga dari ancaman krisis iklim.
Etik D.L./PD Kretek 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TOURING EKSPOSE PROGRAM PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH DI KAPANEWON KRETEK

TINGKATKAN KAPASITAS PAMONG, KALURAHAN TIRTOSARI GELAR PELATIHAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN SISKEUDES

BAPAK H. KUSWIDODO, SE, RESMI MENANGKAN PILURAH PARANGTRITIS 2026